Rabu, 05 Agustus 2009

aku dan mas adit

adit berkata....

hidup berawal dari tiada....kehidupan itu pun,..

berangkat dari ketidak tauan
begitu juga dengan cinta... cinta
tumbuh.. dan bersemayam karena wak
tuhingga membawa kesunyian dan kesenangan
dalam samudera hati
cinta itu berkata, aku kan berselancar dalam hati mu
cinta itu pun berkata, aku kan tertanam jauh ..... sekali
dalam bilik jiwamu paling dalam
hingga,... kau tak dapat berfikir.... dengan sadar
hingga kau tak mampu untuk.... berlogika dalam sadar mu
apakah ini cinta.....siapakah cinta itu.......
kenapa cinta untuk dimengerti tapi bukan untuk dimiliki
diakah cinta......

aku menjawab....

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

adit berkata...

ketika hayatku mulai menuju dalam kegelapan, kegelisahan selalu merundung jiwa sepi ini, hingga tamaran kabut hati mulai terukir dalam pusaran jiwaku kata cinta merupakan anugerah illahi yang patut kita syukuri dan kita miliki untuk orang yang kita sayangi, itulah kenapa kata cinta selalu menghantui ku...

aku menjawab...

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

adit berkata....

cinta hadir dan bersanding di pelaminan bersama dengan luka dan kebahagiaan, cinta membunuh setiap insan tanpa mempertimbangkan siapa orang tersebut, cinta adalah hakiki dengan segala duri yang siap menusuk disaat kita sedang dilanda bahagia, dan cinta itu adalah selimut hati paling indah hingga membuat keyakinan dan keberanian menyeret jatuh ke dalam sendi-sendi kehidupan.

aku menjawab...

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

adit berkata....

saat bunga mawar itu sedang merekah, menebarkan harum, membuat hati ini terpikat untuk menyuntingnya, dia kan kutaruh sebagai hiyasan hati ku, kan kujaga dia agar tetap tumbuh dan berkembang bersama bergulirnya waktu, meski diwaktu sekarang maupun kan datang duri itu menggoreskan luka di sekujur tubuh ku ini, tetap kan ku jaga daun dan batangnya, karena mawar itu adalah inspirasi dan pilihan hidupku, aku tetap akan merawatnya hinga pada waktunya dia kan melayu dengan sendirinya.

Tidak ada komentar: