Rabu, 29 April 2009

arti tangisan


Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yg terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat
dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya......
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya.....

kata mutiara

' Obatilah kemarahan dengan diam dan bersabarlah atas ujian'

' kesetiaan dan kejujuran seorang sahabat dapat dibuktikan pada waktu berpisah, Letak dasar persahabatan sejati adalah kejujuran dan kesetiaan'

' Setiap musibah pasti ada hikmahnya jangan ambil musibahnya tapi ambil hikmahnya maka hadapilah musibah dengan sabar dan tawakal'

' Berkurangnya satu musuh berarti berkurangnya seribu kerugian, bertambahnya satu teman berarti bertambhanya seribu keuntungan'

' Memaafkan kesalahan sahabatmu artnya memaafkan kesalaha-kesalahanmu sendiri'

' Memberi adalah menghilangkan sesuatu dari tangan kita untuk memasukkan seribu balasan kedalam hati'

' Persahabatan yang baik adalah yang seimbang antara pemberian dan penerimaan'

' Keagungan hidup itu bukan diukur dari banyaknya nafas yang kita hirup tapi dari banyaknya nafas bahaga yang kita rasakan'

' Seorang sahabat akan sejati akan membuatmu hangat dengan kehadirannya, mempercayaimu akan rahasianya dn mengingatmu dalam doa-doanya'

' Cintailah orang yang kamu cintai dengan caa yang mereka butuhkan bukan dengan cara yang kau kehendaki'

' IF YOU CAN'T HAVE THE ONE YOU LOVE, LOVE THE ONE YOU HAVE'
jika kamu tidak bisa memiliki orang yang kamu cintai, maka cintailah orang yang kamu miliki

'Jika kau rindu seseorang...jangan rindukan dirinya tuk berada disini....tapi rindukan perkataannya yang menunjukkan bahwa dia juga merindukanmu'

' Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir, lidah atau pikiran melainkan hati'

Selasa, 28 April 2009

bersyukur karena cinta


cinta anugerah yang patut disyukuri
bersyukurlah kepada sang maha kasih sayang
karena telah menurunkan rahmat dari langit berupa cinta
cinta dunia tak menjanjikan kekekalan
hanya saja kebahagian yang sekejap
namun cinta pada sang ILLAHI dan kekasihnya-nya lah
yang dapat dirasakan didunia dan akhirat
cinta yang sejuk bagai air yang diambil dari telaga kautsar
yang hangatnya bagaikan matahari yang datang dari ufuk timur
yang indahnya seindah bunga yang tumbuh di padang pasir
karenanya jika cinta datang lisankanlah lafadz "ALHAMDULILLAH" kepadanya

mencintai dn membenci

cintailah orang yang kau cintai
sekedarnya saja
sebab bisa saja suatu saat nanti
orang yang kau cintai
berubah menjadi orang yang paling kau benci
dan bencilah orang yang kau benci
sekedarnya saja
bisa jadi suatu saat nanti
orang yang kau benci
berubah menjadi orang yang paling kau cinta

sakit hati lagi


Huh lagi-lagi masalah sakit hati. Kenapa ci cuma karena orang sperti dia orang ga jelas, egois, nyebelin dan munafik selalu datang didalam pikiran ini. Dia tuh sapa seh, mungkin dia punya segalanya tapi dia ga bisa mainin hati orang sembarangan, huh sebel bgt. Tapi yang lebih bego lagi dah tw orangnya begitu tapi kenapa dia ga bisa hilang dari pandangan dan otak ini. Harus gimana lagi apa harus ku pergi meninggalkan dunia seperti lagunya peterpan, entahlah dunia ini memang susah untuk dimengerti.

Senin, 27 April 2009

aneh memang


maaf sebelumnya kalau tulisan ini mungkin ga penting atau mempengaruhi anda menjelajah internet. saya cuma bingung dengan kehidupan yang sangat modern ini. Coba kita lihat perilaku orang-orang sekarang, ke mall dengan menggunakan pakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh mereka, apa lagi saat olahraga mereka mengenakan pakaian yang benar-benar minim. Kalau untuk kalangan atas sudah tidak aneh dengan hal-hal diatas, mereka biasa mengenakan pakaian yg minim, berpelukan dengan pasangan bahkan tinggal serumah walaupun mereka belum sah. yah mungkin karena mereka yang mengikuti perkembangan budaya barat. Tapi bukan hanya dari golongan atas, golongan menengah kebawah pun tidak mau kalah dalam mengikuti perkembangan. Pernah sekali saya menemui segerombolan anak jalanan yang sedang tidur dijembatan penyebrangan berpasangan, dimana rasa malu mereka tidur ditengah jembatan penyebrangan berpelukan dengan pasangan mereka tanpa mempedulikan orang-orang yg lewat. Pernah jg dekat rumah saya yang kebetulan hanya pemukiman menengah kebawah, pacaran pinggir jalan dn sang laki-laki meraba-raba dada sang wanita, apa lagi ini!!! Apa ini sifat orang indonesia sekarang yang katanya sangat kental dengan dunia timur. Apa Indonesia sudah menganut budaya barat??? Bersyukurlah orang-orang yang masih menganut budaya timur itu

hubungan antara dua bola mata


apakah kamu tahu.....
hubungan antara dua bola mata....
mereka berkedip bersama........
bergerak bersama........
melihat bersama......
dan tidurpun bersama.......
meskipun mereka tidak pernah melihat.....
antara satu sama lain......
persahabatan seharusnya seperti itu
tanpa harus melihat ataupun bertemu
bisa saling menjalin silaturahmi antara keduanya

cinta tak harus memiliki part5

Setelah sekian lama dia tidak ada kabar dan akupun tidak menyapanya lagi karena aku langsung menghapus no.hp dan sms yang pernah dia kirim untukku untuk apa aku simpan no. orang yg telah menyakiti hatiku, bukan hanya no. hp tapi alamat email, teman fs, teman forum dan link puisi yg dia berikan dulu padaku, dia menyapaku
"apa kabar?”
dengan jantung berdetak kencang aku membalaznya,
'baik'
"bagaimana keadaanmu?”
'aku baik-baik saja dan kamu'
"aku juga baik maaf aku harus pergi karena kekasih baruku sudah datang”
sumpah apa maunya orang ini benar mo menyapa atau sekedae memberiahu kalau dia sudah mempunyai penggantiku!!!orang dewasa yang pemikirannya masih sangat kecil begitu sombong dan egoisnya dia, jelas hatiku sakit dibuatnya, mendengar orang yang aku sayang mempunyai orang lain yang dia sayang, yah mungkin inilah hidup mungkin wanita itu lebih bisa memahami dia. Setelah itu aku ga pernah bermain menjelajah internet, tidak jg bermain diforum yang dulu aku selalu mencari kesibukan tuk bisa sedikit menyingkirkan dia dari otakku. Poster orang utan yang aku dapat di internet, gambar yang dulu mewakili profilnya yang aku pasang dimeja kantorku dan ketika semua orang melihat gambar itu selalu mengejekku dulu ku biarkan orang menghinaku sekarang kubuang, foto yang sama yang kusimpan didompetku pun ku sobek, gambar profil di forum kuganti, semua tentang dia ku hapus dan berharap aku bisa melupakannya, tapi cara itu tidak berhasil dan membuatku penasaran, setelah lama aku tidak menjelajah kedunia maya, iseng aku mengetik namanya dan muncullah berbagai halaman disanalah aku menemukan blog pribadinya disana terdapat puisi yg dia buat dan meyakinkan aku kalau ini adalah blog pribadinya. Disana terdapat tulisan-tulisan kritisnya ttg politik dan sejenisnya yang buatku tidak berminat untuk membacanya, setelah ku roll on aku menemukan 1 percakapan yang benar-benar membuat hatiku teriris lagi, percakapan dia dengan seorang wanita bernama ASTRID disana dia menceritakan kejadian hpnya yang hilang dan ditengah percakapan aku tahu kalau perempuan itu masih kuliah dan aku pikir orang yang sederajat dengannya, mungkin inilah wanita yang dicari dan bisa memahami dia, ditengah percakapanpun dia memanggil perempuan itu sayang sama seperti panggilan sayangnya ke aku dulu. Aku langsung menutup hal. Itu dan tidak mo membukanya lagi, tulisan yang sangat membuatku sakit.
Aku coba cari kesibukan lain hampir setiap forum ikuti tuk mencari kesibukan tentunya tanpa mengabaikan pekerjaanku. Yah begitu ceritanya mungkin aku berpikir inilah ujung dari cerita kami, dia pergi membawa seluruh hatiku sedangkan aku disini berharap dia kembali, pikiran orang bodoh atau bahkan “GILA” seperti kata-katanya. Tapi hidup ini tidak mungkin berhenti tanpa dia aku sempat berpikir bagaimana kalau aku tidak ada mungkin semua beban yang aku pikul akan hilang tapi beban itu menghantui orang-orang yang aku sayang, tidak aku tidak mau orang yang aku sayang menangis, aku harus berjuang aku harus perjuangkan hidupku untuk orang-orang yang menyayangiku. Ku kira ceritanya sudah berakhir tapi belum dia menyapaku lagi via YM, aku kaget ada apa lagi orang ini, jelas-jelas dia yang bilang “aku selalu ganggu dia” tapi kenyataannya dia yang menyapaku. Dia memberiku aku sebuah link entah apa, aku ingin menghapus pesan itu tapi aku penasaran apa yang ada dalam link itu, aku membukanya oh ternyata sebuah blog dan aku yakin itu blog dia, yups benar disana da sebuah puisi “sacher torte itu buatmu”
Sengaja ku pesan
karena kau ber ulang tahun
Tapi baiklah
Biarkan itu tak terjamah
Karena kau tak datang malam ini
Bahkan dongeng tentang cincin yg akan ku pasang
Itu pun tak akan pernah kau dengar.
Entah apa yang da dipikiranku saat itu, entah maksud dia memberikan link blognya dan apa maksud puisi itu. Aku memberikan sedikit kommentar tapi sampai sekarang dia tidak kunjung membalasnya, mungkin dia hanya ingin sekedar memberitahukan blognya tapi untuk apa? Bukannya dia tidak mau aku mengganggunya, apalagi ini aku pusing dengan semua yang ada bahkan sampai tulisan ini aku terbitkan aku tidak tahu pasti apa jawaban dari ini semua. Yang jelas kutarik kesimpulan dia begitu membenciku dan sangat kecewa. Orang yang aku sayang membenciku, betapa sakitnya itu.
Sengaja aku terbitkan tulisan ini tuk sedikit meminta maaf atas segala kesalahan yang aku buat, aku tidak pernah menghayal kalau dia akan membaca semua ini karena menurutnya tulisanku hanya omong kosong tapi aku cuma ingin kamu tahu kenyataan yang ada, alasan selama ini kenapa aku tidak pernah mau kamu temui da inilah aku, orang yang keras kepala yang mengharap bintang dilangit, tapi aku benar-benar sayang kamu bukan karena fisik atau keadaan kamu tapi memang karena pesona aku yang membuat aku penasaran, hanya itu.
Saat tulisan ini aku terbitkan tepat dengan ulang tahunnya yang ke 26, aku hanya mau mengucapkan selamat ulang tahun “saveorangutan” semoga apa yang kamu inginkan selalu dikabulkan dan senyuman itu selalu menyertai wajahmu. Hanya itu yang bisa aku bilang, hanya itu doa yang bisa aku ucapkan untuk kamu.
Terserah bagaimana pendapat orang tentang tulisan dan blog saya ini, saya hanya mengungkapkan apa yang ada dihati dan pikirn saya, kalau ada kesalahan pada format tulisan dan kata saya minta maaf karena tulisan ini saya buat dengan dikejar waktu dan lagu 'peterpan-tak ada yang abadi” lah yang menemani saya membuat tulisan ini.

cinta tak harus memiliki part4

Disana aku coba jujur berharap dia bisa menerima semuanya tapi bukan untuk meminta belas kasihannya. Dia kaget dan memberi respon kalau ini belum seberapa parah dibanding penderitaan orang lain. Tuhan..........apa dia tahu apa arti penyakit ini bagi perempuan!!!jelas emosiku naik
'kamu memang ga tahu apa-apa karena kamu ga pernah merasakan ini bagaimana kalau kamu yang da diposisi ini?'
'tuhan ga pernah adil aku salah apa dengan tuhan'
" KAMU SALAH, KAMU GA BERHAK MEMARAHI TUHAN”
"lebih baik kamu berkaca kenapa kamu seperti ini, kenapa tuhan memberikan jalan ini tuk kamu karena kamu selalu menyalahkan orang lain, lebih baik kamu cepat-cepat minta maaf kepada tuhan dan ingat jangan pernah hubungi aku lagi karena AKU GA SUKA KAMU”
Mendengar kata-kata itu sumpah, oh ini orang yang aku harapkan, bukannya memberikan dukungan tapi dia malah menuduh balik aku, mungkin benar aku salah karena telah menyalahkan tuhan atas apa yang sudah aku terima tapi apa benar aku harus berkaca selama ini, dari dulu aku selalu sabar dan berdoa mungkin ini yang terbaik tapi dia juga manusia dia tidak bisa memvonis manusia lain seperti itu. Sumpah aku tidak terima kata-katanya dia dan aku langsung sign out dan dia pun tidak pernah online lagi setelah pertengkaran itu.
Semuanya terasa panas, bahkan forum yang pernah kami join bersama pun tak panasnya seperti neraka, dia mengedit sebuah thread dimana aku bertanya ttg aku dan dia, disana tertulis jelas nama dan tanggal lahir kami. Dulu dia memreply postingan itu dengan kata
“ mereka akan menjadi pasangan yang hebat”
sekarang sudah berubah “aneh!!!!!”
sebegitu bencikah dia kepadaku?Ini memang salahku, sudah dapat penyakit bukannya dapat dukungan dari orang yang aku sayang tapi mendapat cacian dari dia lebih sakit dibanding aku tahu kalau da bibit kanker ditubuhku. Ya mungkin ini yang terbaik untukku dan inilah jawaban yang selama ini ku tunggu kalau dia tidak bisa menerima aku apa adanya, mungkin karena perbedaan sosial.Di forum itu kami bukannya share tapi lebih bermain kata-kata panas lewat PM. Dia pernah mengirimku PM,
“jangan pernah tulis cerita yang aneh-aneh deh postingan kamu itu ga bermutu”
aku cuma membalas
' maaf klo postingan aku tidak bermutu tapi aku cuma mo share buka cari ribut dan tolong jangan ganggu aku'
tahukah jawaban dari dia
“kamu perempuan gila sapa yang mo ganggu kamu, ga sah sok ngaku-ngaku deh kenal juga enggak ngaku-ngaku pacar, aneh”
membaca pesannya itu air mataku ga tertahan orang yang dulu pernah bicara sayang sekarang bilang aku cuma perempuan gila, Tuhan terima kasih kau telah memberitahuku terlebih dahulu sifatnya sehingga aku tidak terjerumus terlalu jauh dalam permainan cinta ini. Permainan kata itu berhenti dan dia sudah tak da kabar lagi, tapi anehnya aku ga pernah bisa menyingkirkan dia dari otakku mungkin aku benar-benar gila karena dia tapi bukan dia tapi karena pesona save orangutanku yups pasti karena dia. Aku selalu menangis ketika ingat apa yang sudah terjadi dan kami alami, dan bertanya kenapa akhirnya seperti ini.

cinta tak harus memiliki part3

Keesokannya dia pergi meninggalkan jakarta menuju medan, pukul 10 pagi dia tlp aku dan memberitahu kalau dia sudah sampai dimedan dan sedang mencari tempat tinggal bersama temannya.Singkat cerita dia sudah punya tempat tinggal dan tentunya seorang pembantu karena dia tidak bisa mengurus rumah jangan mengurus rumah mengurus kebutuhan sehari-hari saja dia tidak bisa.
Hari pertama dia tidak bisa chat karena dia sibuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi dia sempat menelponku makan siang, dia bilang agak canggung karena dia orang baru.Hari- hari berikutnya aku coba tlp dia tapi ga diangkat mungkin dia sibuk dan sorenya dia datang marah-marah
"kamu jangan seperti anak smp yang sedang cinta monyet, saya sibuk”
"langsung sign out"
Yups itulah dia kalau sedang ada masalah ga pandang bulu untuk memarahi orang yang ditemui termasuk aku. Dari hari itu aku ga pernah tlp atau pun sms kata-katanya begitu menyakitkan bwt aku. keesokan harinya dia menyapaku via YM,
"apa kabar?”
aku hanya menjawab dengan singkat, 'baik'
"gimana keadaan jakarta?”
'panas'
"aku sedang sakit dari tadi malam aku diare, bolak-balik kamar mandi terus”
membaca pesannya aku langsung panik
'sekarang kamu dimana, dah kedokter dah minum obat?'
aku langsung khawatir dan melupakan kekesalanku ttg kata-katanya.
"aku dikantor ga enak klo ga masuk karena aku orang baru, aku belom kedokter nanti pulang kerja baru mo keapotik”
'kemarin makan apa? sampai sakit begitu?'
"kemarin aku makan pedas dan sepertinya aku baru beradaptasi dengan lingkungan baruku dan inilah yang terjadi”
"kamu tahu?”
"disini panas dan airnya ga bagus”
'kamu minumnya beli air mineral za lebih terjamin'
"ya sayang aku minum air mineral”
"tapi da yang lebih parah, karena disini panas dan kurang bagus airnya aku makin hitam”
aku tertawa kecil, orang ini da za tingkahnya yang bikin aku tersenyum.
"kamu masih sayang ma aku kan walau aku makin hitam”
'aku suka kamu apa adanya'
"terima kasih sayang'
"kenapa yah kata-kata kamu hari ini begitu cetus”
' ya memang karena aku marah sama kamu'
"kenapa????”
' kamu lupa dengan kata-kata kamu tempo hari'
"yang mana?”
'kamu jangan seperti anak smp yang cinta monyet'
"aku bilang begitu sayang, maaf ya sayang aku sedang persentasi didepan anak buahku dan hpku berbunyi terus, dan anak buahku meledek 'dah pak hpnya minta diangkat tuh' dan ternyata itu kamu dan ya kamu tahulah apa yang terjadi kalau aku sedang kesal, aku ralat deh kata-kata aku cinta orangutan yah”
aku masih kesal tapi tidak lama, karena aku begitu senang menyapaku dan dia langsung menelponku.
Hari minggu aku menelponnya kalau aku sedang jalan bersama temanku ke DUFAN dan dia agak malas-malasan menjawab tlp ku
'kamu sedang sakit?'
"tidak”
'kenapa suaranya lemes bgt?'
"hari ini aku mo pulang dan aku berharap kamu mo jemput aku dibandara”
'loh jadwal pulang kamukan minggu depan?'
'aku ga bisa jemput kamu aku lg di dufan ma temen-temen,maaf'
"oh geto ya dah klo geto”
'gimana klo kamu za yang kedufan, aku tunggu kamu disini?'
"ya dah klo geto, nanti aku kabarin lagi”
Seharian aku main didufan dengan teman dan sahabatku, sangat menyenangkan tapi pikiranku tak da disana semuanya kucurahkan untuk dia yang mo pulang dan akan bertemu dia. Sore harinya aku tlp dia dan menanyakan keberadaannya, dan dia tidak jadi pulang karena bandara disana banjir “katanya” ya sudah aku habiskan hari itu dengan kesal. Sekitar jam 19.00 aku dapat sms “lagi dimana?cepetan pulang bapak sakit” tuhan apalagi ini, memang 2 hari yang lalu bapakku sedang tidak enak badan tapi hari itu dia mengizinkan aku pergi bersama teman-temanku karena dia bilang dia sudah baikan. Disepanjang perjalanan pulang pikiranku kacau, bagaimana keadaan bapakku, tuhan seandainya aku bisa menggantikan posisi dia aku rela yang sakit jng bapakku. Sesampainya dirumah sudah banyak sodara berkumpul dan akhirnya ayahku dibawa kerumah sakit, tidak lama dokter memperbolehkan dia pulang karena dokter bilang dia tidak perlu dirawat. Keesokan paginya bapakku bukan membaik tapi lebih parah, wajahnya kuning, dan muntaber aku sekeluarga bingung harus bagaimana, akhirnya kami membawanya lagi kerumah sakit lain dan hasilnya bapakku harus dirawat karena kekurangan cairan, Tuhan cobaan apalagi ini kau berikan untuk keluargaku. Disaat aku sedang membutuhkan seseorang tuk mendengarkan keluhan atau bahkan sandaran tidak ada seorang pun bahkan orang spesial itu. Yah mungkin dia sedang sibuk sudahlah aku masih punya keluarga, sebagai anak pertama aku merasa punya tanggung jawab yg kuat dalam keluarga, tapi apa yang aku bisa lakukan, penghasilanku dikantor yang sekarang hanya bisa kutabung sedikit dan aku kumpulkan apa yang aku punya untuk membaya biaya rumah sakit. 4 hari berikutnya ayahku pulang kerumah, aku mulai berpikir rasanya ada yang aneh tidak ada lagi orang yang mengajakku sharing, aku jg lupa kalau aku punya orang spesial. Hah sudahlah mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Seninnya entah apa yang ada dipikiranku, perasaanku tidak enak tapi kupaksakan untuk pergi kekantor karena ada pekerjaan yang harus ku kerjakan. Aku mengendarai motorku dengan kecepatan 90-100 km/jam dan aku mengambil jalur cepat, pas didepan JHCC tanah abang “breeeeeeeeeek” aku terjatuh dari motor untungnya knalpot motorku menahan ban mobil dibelakangku kalau tidak habislah kepalaku, untungnya nyawaku masih diselamatkan, hanya memar dibagian kanan khusnya kaki tangan dan berdarah dibagian paha, aku langsung menelpon tanteku dan minta dijemput, setelah aku dijemput tanteku aku membawa motorku kebengkel karena rem depannya patah. Setelah motorku masuk bengkel giliranku di urut, aku cari dimana tmpat tukang urut, setelah selesai aku mengambil motorku dibengkel dan pulang, aku masih mengendarai motorku menuju rumah tentunya ga kenceng, Ditengah perjalanan hpku selalu berdering tapi aku ga angkat takut konsentrasiku hilang dan takut jatuh lagi. Sampai rumah aku lihat ternyata dari orang spesial itu yups dia datang lagi, dan dia sms
"kenapa tlp aku ga diangkat, sengajakah atau da hal lain?”
aku sms dia kalau aku habis jatuh dijalan, dia langsung menelponku
"kamu kenapa lagi?dah berapa kali jatuh dari motor, ga sah sok berani deh,kamu ga bisa jaga diri kamu sendiri?”
aku jelaskan apa yang terjadi dan tahukah dia di jakarta, dia cuti dari kantor khusus untuk aku dan ingin menjemputku.
"aku sengaja cuti dari kantor untuk kamu, temani aku kedufan, nonton dan makan malam hanya itu”
tapi dia tahu kondisi aku dia mengurungkan niatnya dengan sedikit kesal nada smsnya.
Disana aku berpikir apa mungkin dia orang yang terbaik untukku, dimana dia saat aku butuh dia dimana dia saat aku butuh seseorang untuk mendukungku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, sudahlah aku sudah berpasrah kepada takdir mungkin ini yang terbaik bahwa aku hanya mengharap bintang dilangit, aku langsung sms dia, bahwa sebaiknya kita jalani hidup kita masing- masing dengan jalan yang kita jalani. Dia langsung menelponku dan bilang kalau sms aku itu cuma kata-kata yang ga masuk akal, aku coba sms atau tlp dia tapi hpnya ga aktif entah dia kemana. Besoknya aku kekantor menggunakan bis dan aku berharap mungkin dia akan kekantorku untuk meminta konfirmasi tanpa aku menghubungi dia, tapi hari itu dia tidak datang, yah mungkn salahku telah menyakitinya.pulang dari kantor aku pergi ke dokter karena badanku ga enak, aku kedokter sendiri dan dokter itu memeriksa seluruh badanku takutnya da luka dalam, aku mau saja karena dokternya perempuan dan dia berulang kali memeriksa payudaraku, setelah selesai memeriksa dia berkata,
'payudaranya sering-sering dipijat sendiri yah karena ada benjolan di kedua payudara kamu dan takutnya itu kanker payudara jadi kamu mesti hati-hati'
Hati wanita mana yang tidak takut dibilang seperti itu, bibit kanker tertanam diantara kedua payudaraku, Tuhan apalagi ini, belum cukupkah cobaan yang kau beri selama ini. Aku berpikir mungkin inilah jawaban dari tuhan kenapa takdir tidak memperbolehkan aku bertemu orang seperti dia. Keesokan harinya dia kembali ke medan tanpa mengabari aku. Yah siapa sih aku hanya teman dunia mayanya. Dari sana aku masih begitu mengharapkan dia menyapaku atau menelponku memberi kabar kalau keadaan dia baik-baik saja aku takut dia kenapa-kenapa. Tidak lama aku mendapat PM dari sebuah forum dan itu dia, dia meminta maaf karena dia tidak mengabari aku dan dia memberitahuku kalau hpnya hilang dan dia memberikan no. hpnya, dia jg minta konfirmasi kenapa aku menyakiti hatinya.

cinta tak harus memiliki part 2

Tapi karena jam kerja yg tidak dapat ditinggal mengharuskan kami sabar untuk tidak ketemu. Hari-hari kami jalani dengan berhubungan via email, ym, tlp dan sms.
Suatu hari sekitar jam 9 malam aku ingin sekali sms dia untuk bilang hati-hati dijalan karena jam segitulah dia pulang kantor dan hal yang sangat aneh dia membalas sms ku dengan sangat hangat
“terima kasih sayang kamu jangan tidur malam-malam yah"
Keesokan harinya dia sms kalau dia ada didepan kantorku aku langsung tlp dia dan menanyakan kebenarannya
"ya aku mo menuju kantor kamu, aku mo teriak-teriak depan kantor kamu kenapa sms aku jarang dibalas dan jarang online YM lg”
aku coba merayu dia agar tidak datang kekantor karena saat itu aku belum siap dan dia mau asal aku online YM seharian khusus untuk dia. Akhirnya aku buka YM ku dan kita chatingan ditengah-tengah chatingan dia tlp aku, aneh memang dan dia bilang “aku kangen bgt ma kamu”, aku merasa aneh dengan ini semua,
' aku bertanya ada apa dengan kamu?'
"aku baik-baik saja”
'sebenarnya ada apa?hari ini kamu beda kamu romantis padahal hari-hari biasanya kamu dingin!!!'
"ya sayang aku mo bilang ke kamu, aku harus berangkat untuk tugas kantor karena aku dapat promosi jabatan ga jauh ko cuma ke medan”
ga pernah ada dipikiran aku untuk ditinggalkan begitu cepat dengan dia memang jaraknya tidak terlalu jauh tp mengingat dia orang yang gila kerja dan agak cuek aku cemas hubungan ini akan terus berjalan.aku hanya mampu berkata
'berapa lama kamu disana?'
"Target aku 2-3 tahun disana, karena kantor cabang disana yang paling bermasalah dan atasan aku mempercayakan kantor cabang itu ke aku dan menurut aku ini hal yang sayang untuk dilewatkan.”
aku coba menenangkan diri dan tentunya hatiku, orang yang aku sayang harus pergi, untuk jarak yg begitu dekat saja kami susah untuk ketemu apalagi jakarta – medan.
"aku akan pulang 2 minggu sekali, kamu tenang saja”
mendengar kata-katanya aku cukup tenang dan aku minta waktu untuk waktu yg tersisa dan tinggal beberapa hari ini waktunya untukku.
Hari itu kami lewati bersama bukan untuk bertemu tapi pengenalan lebih dalam via chat, tlp dan sms, disana kami saling terbuka satu sama lain. Keesokan harinya kami mulai dari sms, chat dan tlp tentunya, dia bilang,
"kamu tahu semakin aku jauh dari kamu semakin ingin aku memiliki kamu tapi aku harus berangkat dan aku minta sama kamu tolong jaga hati kamu bwt aku walaupun aku jauh”
mendengar kata-katanya air mataku langsung menetes sumpah ini kata-kata yang paling menyedihkan buat aku dan membuatku melayang senagai seorang perempuan.Tuhan kenapa begini cerita kami.Dia meminta aku untuk bertemu sore itu karena dia akan makan bersama teman-temannya dan sekaligus meresmikan hubungan kita tapi aku menolak, itu acara dia dan teman temannya, aku ga kenal satupun temannya,aku bilang
'nanti saja ini acara teman-teman kamu aku ga mo ganggu kamu'
dan dia mengiyakan. malamnya dia sms dan bilang kalau dia ingin sekali aku mengantarnya kebandara tapi lagi-lagi aku menolak entah apa karena aku berpikir status sosial yg cukup jauh bagiku, dia orang berada sementara aku hanya rumputliar yang mencoba bertahan hidup, tapi dia coba mengerti.

Selasa, 21 April 2009

cinta tak harus memiliki part 1

Yahoo answer lah yg telah mempertemukan aku dengan seseorang yg membuat aku penasaran. Dia tidak menyebutkan namanya dia hanya bilang panggil aku "save", nama yg unik dan aneh bwtku tp nama itu yg membantu aku keluar dari masalahku seputar email.
Dia benar-benar aneh, awal perkenalan kami hanya membicarakan seputar lingkungan dan kehidupan sosial, dia tidak mo bicara soal dirinya apalagi masalah pribadi. Cukup menyebalkan memang tp aku suka. kami tidak pernah bertemu langsung, paling hanya berbalas email dan chat via ym tu pun ga setiap hari.
Setelah beberapa minggu dia berbeda entah ada apa dengan dia, status ymnya where is ALJ (itu adalah singkatan namaku) dan dia minta no.hp (ga langsung tanya no. hp kamu berapa tp dia kirim emotican ym yg melambangkan minta no.tlp).
Suatu hari aku mendapat musibah aku jatuh dari motor (maklum pp aku mengendarai motor sendiri) dan aku tulis diprofil ym ku, dia langsung bertanya dan kaget apa yg sudah terjadi padaku. Dia cukup perhatian dan berpesan untuk hati2.
Sebenarnya dia cukup kecewa karena esoknya kami janjian untuk chat bareng tp dengan kondisi aku yg habis jatuh dari motor itu ga mungkin jd dan janji dibatalkan.
Beberahari berikunya dia menyapaku dengan hangat tu baru pertama kali dia menyapaku biasanya aku yg selalu menyapa dia terlebih dahulu.dari sanalah dia mulai mengungkap dirinya, mulai dari nama, jumlah sodara, sedikit teman2nya,pekerjaan dan lain-lain. Disana aku baru tahu kalau namanya AL (yups panggil saja dia seperti itu.
Mulai dari sana dia mengungkapkan isi hatinya (seperti biasa secara tidak langsung) dia bilang
"kenapa yah belakangan ini jantung aku detaknya kenceng bgt tiap harinya padahal aku ga makan yg berkolesterol"
"aku cuma bilang 'minum vitamin dan istirahat yg cukup'
dan dia mulai terus terang, belakangan ini dia merasa jantungnya berdetak kencang tiap dia memikirkan aku ( kata2 yg ga pernah aku bayangkan tapi ini nyata walau sedikit gombal) dan dia minta pendapatku ttg ini semua, dia bertanya bagaimana dengan perasaanku terhadapnya, dia bertanya bagaimana kalau hubungan kita lebih jauh apa kamu setuju, memang aku da perasaan dengan dia dan itu lebih dari teman, tapi aku ga mau masuk kelubang untuk kedua kalinya. aku menolak dan mengungkapkan alasanku dan dia menerima itu karena kita baru kenal dan belum pernah ketemu itu masalahnya. Tapi dia menawarkan lagi, bagaimana kalau kita tidak pacaran tp lebih dari teman bisa dibilang teman spesial, aku menyetujuinya untuk sekarang kita temen spesial tapi kita ingin cepat- cepat meresmikan hubungan ini dan kami janji untuk ketemu dan meresmikan hubungan ini.
Jarak kantor kami ga terlalu jauh cuma semanggi – thamrin jarak yg cukup dekat hanya untuk ketemu.

Jumat, 03 April 2009

jangan sampai salah pengertian - ungkapkanlah isi hatimu

Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah mengkhianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama.

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya, dia adalah satu-satunya harapan nenek, nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.
Saya terus mengangguk tanda setuju, kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek, agar dia dapat berjemur, menanam bunga dan sebagainya. Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari, tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata: “Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar, aku suka s eka li menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang, ada suatu perasaan nyaman dan aman disana. Aku seperti sebuah

bon eka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya. Kalau terjadi selisih paham diantara kami, dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah. Aku suka s eka li menghias rumah dengan bunga segar, sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:”Istri kamu hidup foya-foya, buat apa beli bunga? Kan bunga tidak bisa dimakan?” Aku menjelaskannya kepada nenek: “Ibu, rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira”. Nenek berlalu sambil mendumel, suamiku berkata sambil tertawa: “Ibu, ini kebiasaan orang kota , lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi, tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu, setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil
menggeleng-gelengka n kepala. Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya, ini berapa. Setiap aku jawab, dia selalu berdecak dengan suara keras. Suamiku memencet hidungku sambil berkata: “Putriku, kan kamu bisa berbohong. Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun, keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri, di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan. Di meja makan, wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok, itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari, seharian terus menari membuat badanku sangat letih, aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin. Nenek kadang juga suka membantuku di
dapur, tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot, misalnya: dia suka menyimpan semua kantong-kantong b eka s belanjaan, dikumpulkan bisa untuk dijual katanya. Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik, dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring b eka s makan tidak menggunakan cairan pencuci, agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya s eka li lagi pada saat dia sudah tidur. Suatu hari, nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya, dia segera masuk ke kamar sambil membanting pintu dan menangis. Suamiku jadi serba salah, malam itu kami tidur seperti orang bisu, aku coba bermanja-manja dengan dia, tetapi dia tidak perduli. Aku menjadi kecewa dan marah.”Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata: “Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan piring itu bisa membuatmu mati?”

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg culup lama, suasana menjadi kaku. Suamiku menjadi sangat kikuk, tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur, setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya, suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap, dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku, seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?
Demi menjaga suasana pagi hari agar tidak terganggu, aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja. Saat tidur, suami berkata:”Luci, apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku. Dan dia akhirnya berkata: “Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi”. Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur, kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku, seakan-akan isi perut mau keluar semua. Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi, sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.. Setelah agak reda, aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam, diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya. Aku terdiam dan terbengong tanpa
bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!
Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku, nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh…… suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.
Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa, semenjak kedatangan nenek di rumah ini, aku sudah banyak mengalah, mau bagaimana lagi? Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau, sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:”Luci, sebaiknya kamu periksa ke dokter”. Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil. Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu. Sebuah
berita gembira yg terselip juga kesedihan. Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku, 3 hari tidak bertemu dia berubah drastis, muka kusut kurang tidur, aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke
arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi, pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku. Aku berkata pada diriku sendiri, jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi. Padahal aku
ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak. Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi….. mimpiku tidak menjadi kenyataan. Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras. Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi, memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian, aku menangis dengan sedihnya. Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci, aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu. Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku. Sungguh lelaki yg sangat picik, dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang. Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya, aku ingin secepatnya membereskan masalah ini, aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung.”Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit. Mulutku terbuka lebar. Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal. Suamiku tidak pernah menatapku, wajahnya kaku. Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.. Sambil menangis aku menjerit dalam hati: “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?”
Sampai selesai upacara pemakaman, suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku, jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.

Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain, pagi itu nenek berjalan ke arah terminal, rupanya dia mau kembali ke kampung. Suamiku mengejar sambil berlari, nenek juga berlari makin cepat sampai tidak
melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang. Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian. Jika aku tidak muntah pagi itu, jika kami tidak bertengkar, jika…….. …. dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek, setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol. Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak. Tetapi melihat sinar matanya, aku tidak pernah menjelaskan masalah ini. Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya
walaupun ini bukan salahku. Waktu berlalu dengan sangat lambat.. Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain. Dia pulang makin larut malam. Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari, aku berjalan melewati sebuah café, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam. Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra. Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi. Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mer eka sambil menatap tajam kearahnya. Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa. Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu. Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku. Suara detak jantungku terasa sangat keras, setiap detak suara seperti suara menuju kematian.

Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mer eka , jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mer eka . Malam itu dia tidak pulang ke rumah.. Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi. Sepeninggal nenek, rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir. Dia tidak kembali lagi ke rumah, kadang sewaktu pulang ke rumah, aku mendapati lemari seperti b eka s dibongkar.
Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini. Tetapi itu tidak terjadi….. …., semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri, pergi check kandungan seorang diri. Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama, hati ini serasa hancur. Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini, tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya. Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

“Suatu hari pulang kerja, aku melihat dia duduk didepan ruang tamu. Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja, tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu. 2 bulan hidup sendiri, aku sudah bisa mengontrol emosi. Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya: “Tunggu sebentar, aku akan segera menanda tanganinya”. Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku. Aku berkata pada diri sendiri, jangan menangis, jangan menangis. Mata ini terasa sakit s eka li tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.

Selesai membuka mantel, aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit. Sambil duduk di kursi, aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.”Luci, kamu hamil?” Semenjak nenek meninggal, itulah pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg mengalir keluar dengan derasnya. Aku menjawab: “Iya, tetapi tidak apa-apa. Kamu sudah boleh pergi”. Dia tidak pergi, dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan-lahan dia membungkukan badannya ke tanganku, air matanya terasa menembus lengan bajuku. Tetapi di lubuk hatiku, semua sudah berlalu, banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.
Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata: “Maafkan aku, maafkan aku”. Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa. Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan. Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga. Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair, tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Hanya sewaktu memikirkan bayiku, aku bisa bertahan untuk terus hidup. Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es, tidak pernah menyentuh semua makanan pemberian dia, tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya. Sejak menanda tangani surat itu, semua cintaku padanya sudah berlalu, harapanku telah lenyap tidak berb eka s.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku, aku segera berlalu ke ruang tamu, dia terpaksa kembali ke kamar nenek. Malam hari, terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli. Itu adalah permainan dia dari dulu. Jika aku tidak perduli padanya, dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit. Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa…….. , itu adalah dulu, saat cintaku masih membara, s eka rang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya, setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir. Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi, perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak. Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming. Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar, malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer. Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku. Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi, perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras. Dia segera berlari masuk ke kamar, sepertinya dia tidak pernah tidur. Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya. Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit. Sepanjang jalan, dia mengenggam dengan erat tanganku, menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku. Sampai di rumah sakit, aku segera
digendongnya menuju ruang bersalin. Di punggungnya yg kurus kering, aku terbaring dengan hangat dalam d eka pannya. Sepanjang hidupku, siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin, dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan, sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.. Keluar dari ruang bersalin, dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia. Aku memegang tangannya, dia membalas memandangku dengan bahagia, tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai. Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar, dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya…… aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya, tetapi kenyataannya tidak demikian, aku tidak pernah merasakan sesakit seperti saat ini.. Kata dokter, kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan, bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjizat. Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter, bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk. Aku tidak lagi peduli dengan nasehat perawat, aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya, aku masih berpikir dia sedang bersandiwara…… Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami. “Anakku, demi dirimu aku terus bertahan, sampai aku bisa melihatmu. Itu adalah harapanku… Aku tahu dalam hidup ini, kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan, sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Didalam komputer ini, ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi. Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah. “Anakku, selesai menulis surat ini, ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun-tahun. Ayah sungguh bahagia. Cintailah ibumu, dia sungguh menderita, dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai”.

Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK , SD , SMP, SMA sampai kuliah, semua tertulis dengan lengkap didalamnya. Dia juga menulis sebuah surat untukku. “Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini.. Maafkan salahku, maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku. Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya. Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini, berarti kau telah memaafkan aku. Terima kasih atas cintamu padaku selama ini. Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannya pada anak kita.. Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”.

Kembali ke rumah sakit, suamiku masih terbaring lemah. Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata: “Sayang, bukalah matamu sebentar saja, lihatlah anak kita. Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”. Dengan susah payah dia membuka matanya, tersenyum… …….. anak itu tetap dalam d eka pannya, dengan tangannya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah. Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata…….. ……….

Teman2 terkasih, aku sharing cerita ini kepada kalian, agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini. Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis, ingatlah
pesan dari cerita ini: “Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi, sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati”.
Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan: Jika kita tahu besok adalah hari kiamat, apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya
menjadi terlambat, pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.