Keesokannya dia pergi meninggalkan jakarta menuju medan, pukul 10 pagi dia tlp aku dan memberitahu kalau dia sudah sampai dimedan dan sedang mencari tempat tinggal bersama temannya.Singkat cerita dia sudah punya tempat tinggal dan tentunya seorang pembantu karena dia tidak bisa mengurus rumah jangan mengurus rumah mengurus kebutuhan sehari-hari saja dia tidak bisa.
Hari pertama dia tidak bisa chat karena dia sibuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi dia sempat menelponku makan siang, dia bilang agak canggung karena dia orang baru.Hari- hari berikutnya aku coba tlp dia tapi ga diangkat mungkin dia sibuk dan sorenya dia datang marah-marah
"kamu jangan seperti anak smp yang sedang cinta monyet, saya sibuk”
"langsung sign out"
Yups itulah dia kalau sedang ada masalah ga pandang bulu untuk memarahi orang yang ditemui termasuk aku. Dari hari itu aku ga pernah tlp atau pun sms kata-katanya begitu menyakitkan bwt aku. keesokan harinya dia menyapaku via YM,
"apa kabar?”
aku hanya menjawab dengan singkat, 'baik'
"gimana keadaan jakarta?”
'panas'
"aku sedang sakit dari tadi malam aku diare, bolak-balik kamar mandi terus”
membaca pesannya aku langsung panik
'sekarang kamu dimana, dah kedokter dah minum obat?'
aku langsung khawatir dan melupakan kekesalanku ttg kata-katanya.
"aku dikantor ga enak klo ga masuk karena aku orang baru, aku belom kedokter nanti pulang kerja baru mo keapotik”
'kemarin makan apa? sampai sakit begitu?'
"kemarin aku makan pedas dan sepertinya aku baru beradaptasi dengan lingkungan baruku dan inilah yang terjadi”
"kamu tahu?”
"disini panas dan airnya ga bagus”
'kamu minumnya beli air mineral za lebih terjamin'
"ya sayang aku minum air mineral”
"tapi da yang lebih parah, karena disini panas dan kurang bagus airnya aku makin hitam”
aku tertawa kecil, orang ini da za tingkahnya yang bikin aku tersenyum.
"kamu masih sayang ma aku kan walau aku makin hitam”
'aku suka kamu apa adanya'
"terima kasih sayang'
"kenapa yah kata-kata kamu hari ini begitu cetus”
' ya memang karena aku marah sama kamu'
"kenapa????”
' kamu lupa dengan kata-kata kamu tempo hari'
"yang mana?”
'kamu jangan seperti anak smp yang cinta monyet'
"aku bilang begitu sayang, maaf ya sayang aku sedang persentasi didepan anak buahku dan hpku berbunyi terus, dan anak buahku meledek 'dah pak hpnya minta diangkat tuh' dan ternyata itu kamu dan ya kamu tahulah apa yang terjadi kalau aku sedang kesal, aku ralat deh kata-kata aku cinta orangutan yah”
aku masih kesal tapi tidak lama, karena aku begitu senang menyapaku dan dia langsung menelponku.
Hari minggu aku menelponnya kalau aku sedang jalan bersama temanku ke DUFAN dan dia agak malas-malasan menjawab tlp ku
'kamu sedang sakit?'
"tidak”
'kenapa suaranya lemes bgt?'
"hari ini aku mo pulang dan aku berharap kamu mo jemput aku dibandara”
'loh jadwal pulang kamukan minggu depan?'
'aku ga bisa jemput kamu aku lg di dufan ma temen-temen,maaf'
"oh geto ya dah klo geto”
'gimana klo kamu za yang kedufan, aku tunggu kamu disini?'
"ya dah klo geto, nanti aku kabarin lagi”
Seharian aku main didufan dengan teman dan sahabatku, sangat menyenangkan tapi pikiranku tak da disana semuanya kucurahkan untuk dia yang mo pulang dan akan bertemu dia. Sore harinya aku tlp dia dan menanyakan keberadaannya, dan dia tidak jadi pulang karena bandara disana banjir “katanya” ya sudah aku habiskan hari itu dengan kesal. Sekitar jam 19.00 aku dapat sms “lagi dimana?cepetan pulang bapak sakit” tuhan apalagi ini, memang 2 hari yang lalu bapakku sedang tidak enak badan tapi hari itu dia mengizinkan aku pergi bersama teman-temanku karena dia bilang dia sudah baikan. Disepanjang perjalanan pulang pikiranku kacau, bagaimana keadaan bapakku, tuhan seandainya aku bisa menggantikan posisi dia aku rela yang sakit jng bapakku. Sesampainya dirumah sudah banyak sodara berkumpul dan akhirnya ayahku dibawa kerumah sakit, tidak lama dokter memperbolehkan dia pulang karena dokter bilang dia tidak perlu dirawat. Keesokan paginya bapakku bukan membaik tapi lebih parah, wajahnya kuning, dan muntaber aku sekeluarga bingung harus bagaimana, akhirnya kami membawanya lagi kerumah sakit lain dan hasilnya bapakku harus dirawat karena kekurangan cairan, Tuhan cobaan apalagi ini kau berikan untuk keluargaku. Disaat aku sedang membutuhkan seseorang tuk mendengarkan keluhan atau bahkan sandaran tidak ada seorang pun bahkan orang spesial itu. Yah mungkin dia sedang sibuk sudahlah aku masih punya keluarga, sebagai anak pertama aku merasa punya tanggung jawab yg kuat dalam keluarga, tapi apa yang aku bisa lakukan, penghasilanku dikantor yang sekarang hanya bisa kutabung sedikit dan aku kumpulkan apa yang aku punya untuk membaya biaya rumah sakit. 4 hari berikutnya ayahku pulang kerumah, aku mulai berpikir rasanya ada yang aneh tidak ada lagi orang yang mengajakku sharing, aku jg lupa kalau aku punya orang spesial. Hah sudahlah mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
Seninnya entah apa yang ada dipikiranku, perasaanku tidak enak tapi kupaksakan untuk pergi kekantor karena ada pekerjaan yang harus ku kerjakan. Aku mengendarai motorku dengan kecepatan 90-100 km/jam dan aku mengambil jalur cepat, pas didepan JHCC tanah abang “breeeeeeeeeek” aku terjatuh dari motor untungnya knalpot motorku menahan ban mobil dibelakangku kalau tidak habislah kepalaku, untungnya nyawaku masih diselamatkan, hanya memar dibagian kanan khusnya kaki tangan dan berdarah dibagian paha, aku langsung menelpon tanteku dan minta dijemput, setelah aku dijemput tanteku aku membawa motorku kebengkel karena rem depannya patah. Setelah motorku masuk bengkel giliranku di urut, aku cari dimana tmpat tukang urut, setelah selesai aku mengambil motorku dibengkel dan pulang, aku masih mengendarai motorku menuju rumah tentunya ga kenceng, Ditengah perjalanan hpku selalu berdering tapi aku ga angkat takut konsentrasiku hilang dan takut jatuh lagi. Sampai rumah aku lihat ternyata dari orang spesial itu yups dia datang lagi, dan dia sms
"kenapa tlp aku ga diangkat, sengajakah atau da hal lain?”
aku sms dia kalau aku habis jatuh dijalan, dia langsung menelponku
"kamu kenapa lagi?dah berapa kali jatuh dari motor, ga sah sok berani deh,kamu ga bisa jaga diri kamu sendiri?”
aku jelaskan apa yang terjadi dan tahukah dia di jakarta, dia cuti dari kantor khusus untuk aku dan ingin menjemputku.
"aku sengaja cuti dari kantor untuk kamu, temani aku kedufan, nonton dan makan malam hanya itu”
tapi dia tahu kondisi aku dia mengurungkan niatnya dengan sedikit kesal nada smsnya.
Disana aku berpikir apa mungkin dia orang yang terbaik untukku, dimana dia saat aku butuh dia dimana dia saat aku butuh seseorang untuk mendukungku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, sudahlah aku sudah berpasrah kepada takdir mungkin ini yang terbaik bahwa aku hanya mengharap bintang dilangit, aku langsung sms dia, bahwa sebaiknya kita jalani hidup kita masing- masing dengan jalan yang kita jalani. Dia langsung menelponku dan bilang kalau sms aku itu cuma kata-kata yang ga masuk akal, aku coba sms atau tlp dia tapi hpnya ga aktif entah dia kemana. Besoknya aku kekantor menggunakan bis dan aku berharap mungkin dia akan kekantorku untuk meminta konfirmasi tanpa aku menghubungi dia, tapi hari itu dia tidak datang, yah mungkn salahku telah menyakitinya.pulang dari kantor aku pergi ke dokter karena badanku ga enak, aku kedokter sendiri dan dokter itu memeriksa seluruh badanku takutnya da luka dalam, aku mau saja karena dokternya perempuan dan dia berulang kali memeriksa payudaraku, setelah selesai memeriksa dia berkata,
'payudaranya sering-sering dipijat sendiri yah karena ada benjolan di kedua payudara kamu dan takutnya itu kanker payudara jadi kamu mesti hati-hati'
Hati wanita mana yang tidak takut dibilang seperti itu, bibit kanker tertanam diantara kedua payudaraku, Tuhan apalagi ini, belum cukupkah cobaan yang kau beri selama ini. Aku berpikir mungkin inilah jawaban dari tuhan kenapa takdir tidak memperbolehkan aku bertemu orang seperti dia. Keesokan harinya dia kembali ke medan tanpa mengabari aku. Yah siapa sih aku hanya teman dunia mayanya. Dari sana aku masih begitu mengharapkan dia menyapaku atau menelponku memberi kabar kalau keadaan dia baik-baik saja aku takut dia kenapa-kenapa. Tidak lama aku mendapat PM dari sebuah forum dan itu dia, dia meminta maaf karena dia tidak mengabari aku dan dia memberitahuku kalau hpnya hilang dan dia memberikan no. hpnya, dia jg minta konfirmasi kenapa aku menyakiti hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar